Bapereh, Tradisi Lomba Layang-Layang di Padang Pariaman

Sebelum musim tanam padi di daerah Padang Pariaman, sering diadakan tradisi lomba layang layang atau sering disebut bapereh. Layang-layang yang dilombakan yaitu layang-layang danguang. Lomba layang-layang ini dibagi menjadi lima kategori yaitu tali 1, 2, 3, 4 dan 5. Setiap kategori memiliki syarat dan ketentuan seperti ukuran tinggi, lebar serta harus memiliki “taji-taji”(hiasan yang terbuat dari benang wol) dan tentunya danguang-danguang. Bagi setiap daerah memiliki syarat dan ketentuan yang berbeda-beda tergantung panitia dan kesepakatan bersama peserta lomba.

Setiap layang-layang peserta memiliki warna dan ciri khas masing masing. Tidak ada warna yang sama kecuali peserta mendaftarkan lebih dari satu layang-layang. Warna dan ciri khas ini ada yang baru dan ada pula yang sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu. Warna dan ciri khas ini juga bisa menentukan dari daerah mana layang-layang berasal.

Hal yang dinilai pada lomba layang-layang ini adalah enggak, paling jauh dan berada di tengah. Proses penilaian dilakukan tim penilai pada jarak kira-kira 500m-1km dari lokasi lomba sesuai dengan arah angin. Penilaian dimulai setelah aba-aba tagak tali ka tigo. Aba aba ini dimulai dari tagak tali partamo, kaduo sampai katigo. Para pemenang lomba akan diberikan bendera sebagai tanda memenangkan lomba.

Karena lomba ini terdiri dari dua tahapan yaitu rimbun (penyisihan) dan boko (final) maka harus mendapatkan bendera pada saat rimbun jika ingin lolos ke boko. Dan jika mendapatkan bendera pada saat boko maka akan mendapatkan hadiah sesuai peringkat yang didapatkan.

Leave a Reply